Banner2

Banner2

Tips Memilih Pembalut Aman

Pembalut dan pantyliner tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan kaum wanita, karena pasti digunakan saat menstruaasi setiap bulannya. Dan saat ini beraneka macam pembalut beredar di pasaran, mulai dari yang tipis, tebal, panjang, bersayap, hingga pembalut herbal anti bakteri. Ada juga pembalut dari kain. 

Dengan berbagai jenis pembalut yang ada, masih banyak diantara mereka yang bingung atau tidak mengetahui jeinis pembalut apa yang tepat dan aman digunakan. Karena bila salah memilih dikhawatirkan akan menggangu kesehatan organ reproduksinya. 


Berikut adalah tips memilih pembalut yang aman :


1. Jangan memilih pembalut yang dalam proses pembuatan atau kandungan bahannya menggunakan bahan kimia berbahaya dan pestisida
Pembalut buatan pabrik hanya digunakan untuk sekali pakai. Produsen membuatnya melalui proses daur ulang dari bahan baku kertas bekas atau serbuk kayu (pulp). Itulah sebab mengapa harganya murah.

Dalam proses daur ulang, digunakan bahan-bahan kimia untuk proses pemutihan (bleaching) dan penghilangan bau.


Setidaknya ada 2 metode pemutihan bahan baku dasar pembalut yang digunakan, yaitu : 

a. Metode gas klorin
b. Metode Elemental Chlorin Free (ECF)

Metode pertama dengan gas klorin paling banyak dikritisi, karena dalam prosesnya menghasilkan senyawa baru yang berbahaya bagi kesehatan, yang disebut dioksin. Dioksin ditengarai sebagai salah satu pemicu kanker.


Karena itu digunakan metode kedua yang lebih modern menggunakan klorin dioksida.Metode kedua ini dianggap lebih aman dari gas klorin. Wikipedia menyebutkan, klorin dioksida hanya meminimalkan timbulnya dioksin hasil senyawa organoklorin saat proses pemutihan. 


Andai dioksin bisa dinihilkan dalam metode ECF ini, masalah lain muncul. Klorin dioksida dan gas klorin adalah dua bahan kimia yang berbeda yang bereaksi secara berbeda tapi menghasilkan produk yang memiliki sedikit kesamaan.


Klorin dioksida adalah pestisida antimikroba yang telah digunakan sebagai desinfektan sejak awal 1900-an. Mikroba dibunuh oleh klorin dioksida melalui gangguan nutrisi di dinding sel. 


Bahan ini merupakan salah satu pestisida yang digunakan Amerika Serikat sebagai dekontaminasi bangunan pasca serangan diaspora anthrax pada Oktober 2001. Juga untuk membasmi jamur berbahaya yang terdapat pada hunian yang terendam banjir  akibat badai katrina di New Orleans, Lousiana, dan sekitarnya.


Jadi, mungkin saja residu dioksin tidak lagi berpotensi menimbulkan masalah, tapi muncul residu pestisida sebagai masalah baru.


2. Jangan terbuai bahasa marketing produsen pembalut 

Ya, banyak produsen menawarkan berbagai macam kelebihan pembalut buatannya, seperti penyerap super, saluran anti bocor, soft cotony super, proactive guard technology, bantalan elastis pencegah kerut, anti bakteri, anti dioksin, mengandung herbal, pewangi tak berbahaya, infinity lock system, micro dry cover, absorb core, dll. 
Namun tidak transparan mencantumkan bahan pembalut dan bagaimana pembalut itu dibuat. 

Menurut dr. Rachmad Poedyo Armanto, SpOG, tak perlu menggunakan pembalut khusus dengan embel-embel tambahan bahan anti bakteri dsb, sebab pada darah haid yang keluar terdapat kuman flora yang mempertahankan keasaman vagina. Anti bakteri yang terdapat pada pembalut, hanya bekerja di daerah kemaluan, tidak sampai masuk liang vagina. Jadi, sia-sia saja menggunakan pembalut jenis ini. 


Kalau embel-embel kelebihan pembalut di atas tidak diperlukan untuk menampung haid, lalu apa yang penting dari pembalut ? Tentunya fungsi dan durasi mengganti pembalut.


Dr. Rachmad menyatakan,  yang terpenting dari pembalut adalah fungsi yang dapat menyerap darah haid. Itu terpenuhi ketika pembalut sering diganti.

  
3. Gunakan pembalut kain 

Aktivitis dari Women’s Voices for the Earth menyatakan, sebaiknya para wanita dapat mengurangi penggunaan produk kewanitaan tersebut dan menggantinya dengan kain. Namun, jika ingin menggunakannya sebaiknya pilih yang tidak mengandung parfum dan pemutih.


 Tulus Abadi, ketua harian YLKI menyatakan,"Zat klorin tidak ditemukan dalam pembalut kain. Selain itu, pembalut kain juga bisa dipakai ulang dan dicuci kembali. Tingkat keamanannya jangka panjang." 


Dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, SpKK, juga menyarankan hal yang sama untuk menggunakan pembalut kain karena jauh lebih aman. "Karena pada pembalut kain kita sendiri yang mencuci, jadi kita tahu apa yang kita pakai. Seperti halnya kita mengkonsumsi makanan di rumah dengan makanan jajanan, kita tidak tahu pakai MSG atau tidak."


Saat ini pembalut kain yang beredar sudah dibuat secara modern dan lebih ekonomis. Semua dilengkapi lapisan anti bocor dan tinggal kita pilih mana yang nyaman digunakan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Memilih Pembalut Aman"

Posting Komentar